Kami si gagalist kecewa,
kami menulis cacatan derita,
tercoret apa kami rasa,
termuntah nanah merah di dada,
jika disimpan membusung jiwa
gagalis,
gugup bila bertemu mata,
degup gementar bila cuba berkata,
sialan apa datang bersifat celaka,
akhirnya kekal gagalis kecewa,
gagalis,
itu ungkapan si gigolo celaka,
ketawa melihat diri dinista,
sedar jasad lahir bukan untuk dikecewa,
biarkan,
biarkan,
walau seribu yang datang mentertawa,
aku setia pada si dia,
walau kekal dinista gagalist gila.
