kini tengkujuh kembali menghuni,
aspal basah kering mula mendingin,
meronta dalam tangis pilu,
mungkin tiada apa yang merasa,
mungkin tiada apa yang merasa,
cuma kadang aku terlena.
masih ku ingat lagi,
tika merah menyilau terang,
semua marah semua salah,
kini bila datangnya yang dingin,
juga disoal kenapa, kenapa, dan kenapa,
dasar makhluk berakal,
x pernah puas apa yang ada,
selalu meminta apa yang tiada,
lelah meminta, menjerit pula,
bodoh bertempat boleh diterima,
terlebih cerdik jangan sekali
masih ku ingat lagi,
tika merah menyilau terang,
semua marah semua salah,
kini bila datangnya yang dingin,
juga disoal kenapa, kenapa, dan kenapa,
dasar makhluk berakal,
x pernah puas apa yang ada,
selalu meminta apa yang tiada,
lelah meminta, menjerit pula,
bodoh bertempat boleh diterima,
terlebih cerdik jangan sekali
Tiada ulasan:
Catat Ulasan