Hari sabtu yang indah walaupun gerimis masih lagi mengundang dipagi hari, namun sinaran mentari yang memancar kemudiannya mencerminkan pelbagai makna bagi diri ini dan semua umat manusia. "SAKIT" satu perkataan yang tidak asing dalam kamus kehidupan manusia. Tidak ada seorang pun manusia yang bernafas di dunia yang fana ini tidak pernah merasai sakit. Sakit merupakan satu lumrah dalam diri seseorang sepanjang meniti kehidupan ini. Namun pernahkah kita terfikir dengan makna disebalik kesakitan tersebut?
Tujuan kalam saya ini hanya kerana ingin berkongsi sedikit ilmu yang berguna untuk renungan semua agar hati kita ini dekat dengan ALLAH S.W.T. Sakit merupakan ujian dari ALLAH S.W.T untuk menguji tahap kesabaran dan keimanan hambanya.
Antara kelebihan "SAKIT" terhadap seseorang ialah:
1. Sakit adalah penggugur dosa-dosa hamba-Nya. Penyakit yang diderita
seorang hamba menjadi sebab diampuninya dosa yang telah dilakukan
termasuk dosa-dosa setiap anggota tubuh. Rasulullah Saw bersabda, “Setiap
getaran pembuluh darah dan mata adalah karena dosa. Sedangkan yang
dihilangkan Allah dari perbuatan itu lebih banyak lagi.”
(HR. Tabrani).
2. Orang sakit yang mau bersabar akan mendapatkan pahala dan ditulis untuknya bermacam-macam kebaikan dan ditinggikan derajatnya. Rasulullah Muhammad Saw bersabda, “Tiadalah tertusuk duri atau benda yang lebih kecil dari itu pada seorang Muslim, kecuali akan ditetapkan untuknya satu derajat dan dihapuskan untuknya satu kesalahan.” (HR. Muslim dari Aisyah ra).
3. Sebagai timbal baliknya, ia akan selamat dari siksa neraka. “Aisyah Ummul Mukminin menerangkan sabda Rasulullah Saw bahwasannya sakit karena demam itu akan menghindarkan orang Mukmin dari siksa api neraka.” (HR. Al-Bazzar)
4. Selalu ingat pada Allah. Dalam kondisi sakit akan membuat orang merasa benar-benar lemah, tidak berdaya sehingga ia akan bersungguh-sungguh memohon perlindungan kepada Allah Swt., Dzat yang mungkin telah ia lalaikan selama ini. Kepasrahan ini pula yang menuntunnya untuk bertobat.
5. Selalu mengingat nikmat Allah. Sakit membuat orang tahu manfaat sehat. Tidak jarang orang merasakan nikmat justru ketika sakit. Begitu banyak nikmat Allah yang selama ini lalai untuk ia syukuri. Bagi orang yang banyak bersyukur dalam sakit, ia akan memperoleh nikmat.
6. Pembersihan hati dari penyakit. Pendapat Ibnu Qayyim, “Kalau manusia itu tidak pernah mendapat cobaan dengan sakit dan pedih, maka ia akan menjadi manusia ujub dan takabur. Hatinya menjadi kasar dan jiwanya beku. Karenanya, musibah dalam bentuk apapun adalah rahmat Allah yang disiramkan kepadanya. Akan membersihkan karatan jiwanya dan menyucikan ibadahnya. Itulah obat dan penawar kehidupan yang diberikan Allah untuk setiap orang beriman. Ketika ia menjadi bersih dan suci karena penyakitnya, maka martabatnya diangkat dan jiwanya dimuliakan. Pahalanya pun berlimpah-limpah apabila penyakit yang menimpa dirinya diterimanya dengan sabar dan ridha.”
(HR. Tabrani).
2. Orang sakit yang mau bersabar akan mendapatkan pahala dan ditulis untuknya bermacam-macam kebaikan dan ditinggikan derajatnya. Rasulullah Muhammad Saw bersabda, “Tiadalah tertusuk duri atau benda yang lebih kecil dari itu pada seorang Muslim, kecuali akan ditetapkan untuknya satu derajat dan dihapuskan untuknya satu kesalahan.” (HR. Muslim dari Aisyah ra).
3. Sebagai timbal baliknya, ia akan selamat dari siksa neraka. “Aisyah Ummul Mukminin menerangkan sabda Rasulullah Saw bahwasannya sakit karena demam itu akan menghindarkan orang Mukmin dari siksa api neraka.” (HR. Al-Bazzar)
4. Selalu ingat pada Allah. Dalam kondisi sakit akan membuat orang merasa benar-benar lemah, tidak berdaya sehingga ia akan bersungguh-sungguh memohon perlindungan kepada Allah Swt., Dzat yang mungkin telah ia lalaikan selama ini. Kepasrahan ini pula yang menuntunnya untuk bertobat.
5. Selalu mengingat nikmat Allah. Sakit membuat orang tahu manfaat sehat. Tidak jarang orang merasakan nikmat justru ketika sakit. Begitu banyak nikmat Allah yang selama ini lalai untuk ia syukuri. Bagi orang yang banyak bersyukur dalam sakit, ia akan memperoleh nikmat.
6. Pembersihan hati dari penyakit. Pendapat Ibnu Qayyim, “Kalau manusia itu tidak pernah mendapat cobaan dengan sakit dan pedih, maka ia akan menjadi manusia ujub dan takabur. Hatinya menjadi kasar dan jiwanya beku. Karenanya, musibah dalam bentuk apapun adalah rahmat Allah yang disiramkan kepadanya. Akan membersihkan karatan jiwanya dan menyucikan ibadahnya. Itulah obat dan penawar kehidupan yang diberikan Allah untuk setiap orang beriman. Ketika ia menjadi bersih dan suci karena penyakitnya, maka martabatnya diangkat dan jiwanya dimuliakan. Pahalanya pun berlimpah-limpah apabila penyakit yang menimpa dirinya diterimanya dengan sabar dan ridha.”
Oleh itu, kita sebagai hamba ALLAH diatas muka buminya ini haruslah sentiasa ingat bahawa setiap perkara samaada berbentuk baik atau buruk, ianya mempunyai hikmahnya yang tersendiri. Banyakkan bersabar, zikir dan amal agar ini mampu memupuk hati yang bersih dan cekal.
P/S- masih lagi demam setelah usai majlis pengebumian datuk yang tercinta. Semoga rohnya dicucuri rahmat dari ilahi dan ditempatkan di tempat orang2 yang beriman.

Tiada ulasan:
Catat Ulasan